Komunikasi Massa

Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi sangat digunakan untuk bertukar informasi. Melalui komunikasi, kita dapat menyampaikan sebuah berita, saling bertukar informasi, mengajukan sebuah gagasan atau ide, maupun bersosialisasi dengan orang lain. Komunikasi tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun saat ini sudah dapat dilakukan melalui media digital atau online. Sebuah informasi dapat secara cepat tersampaikan kepada masyarakat luas melalui sebuah media yang disebut sebagai media massa. Komunikasi massa dapat dilihat dari dua sudut pandang bagaimana orang menyampaikan pesan dan menyebarkannya melalui media di satu pihak dan bagaimana orang-orang mencari serta menggunakan pesan-pesan tersebut di pihak lainnya. Faktor media massa sangat dominan dalam studi komunikasi massa.

Secara umum, penggunaan komunikasi massa tidak hanya untuk menjalankan fungsi utamanya seperti memberi informasi dan hiburan, juga dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan khusus, misalnya sebagai media dakwah. Media massa merupakan sarana utama dalam sistem komunikasi massa. Komunikasi massa berlangsung dalam suatu konteks sosial tertentu. Hal ini menimbulkan terjadinya hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara media massa dan masyarakat.

Menurut Severin (1979), terdapat dua faktor yang sangat menentukan dalam efektivitas komunikasi, baik bagi komunikator, maupun komunikan, yakni bidang pengalaman (field of experience) dan kerangka rujukan (frama of reference). Setiap orang memiliki bidang pengalaman yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut ikut mempengaruhi proses dan perilaku komunikasi yang dipraktekkan dalam kehidupan sosial.  


Menurut Bittner (1980), komunikasi massa merujuk pada proses komunikasi di mana pesan yang disampaikan melalui media massa pada banyak orang. Media massa dapat berupa media massa cetak seperti surat kabar, majalah, dan buku; media elektronik seperti radio dan televisi; serta media digital (internet). Karakteristik utama komunikasi massa lainnya adalah jumlah khalayaknya yang sangat besar.

SUDUT PANDANG KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi massa merupakan jenis komunikasi yang ditujukan kepada  khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Dengan demikian, komunikasi massa dapat diartikan dalam dua cara, sebagai berikut:

  1. Secara luas, Komunikasi  bersifat umum dan terbuka. Tekanannya pada informasi atau pesan sebagai gejala sosial. Fokusnya pada orang-orang yang melakukan pembagian informasi.
  2. Secara khusus (teknis), Komunikasi disampaikan melalui media massa. Tekanannya pada media massa sebagai gejala teknik. Fokus kajiannya pada media yang menyebarkan informasi.

Dengan demikian, komunikasi massa dicirikan oleh sejumlah faktor: (1) Pesan komunikasi massa diproduksi oleh suatu organisasi yang kompleks, (2) Media bagi pesan duplikasi yang akurat, dan (3) Pesan didistribusikan untuk sejumlah besar orang dalam waktu bersamaan.

 CIRI-CIRI K0MUNIKASI MASSA

 Menurut Wright, komunikasi massa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 

  1. Diarahkan pada khalayak yang relatif lebih besar, heterogen, dan anonim. 
  2. Pesan mewakili usaha banyak orang yang berbeda dan disampaikan secara terbuka. 
  3. Sering dapat mencapai kebanyakan khalayak secara serentak, bersifat sekaligus.
  4. Komunikatornya cenderung berada atau bergerak dalam organisasi yang kompleks, yang melibatkan biaya besar dan bekerja lewat suatu organisasi yang rumit.

KARAKTERISTIK KOMUNIKASI MASSA

 Dari sejumlah penjelasan di atas, disimpulkan bahwa karakteristik komunikasi massa dapat diidentifikasi seperti berikut:

  1. Komunikator terlembagakan. Komunikasi massa melibatkan lembaga, komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks, bukan kerja perorangan. Kegiatan komunikasi lebih terencana, terjadwal, dan terorganisasi.
  2.  Pesan komunikasi massa bersifat umum dan terbuka. Pesan komunikasi massa ditujukan untuk semua orang, tidak untuk sekelompok orang tertentu. Pesan komunikasi massa tidak dimaksudkan untuk kebutuhan perorangan atau pribadi. Proses produksi dan reproduksi pesan melibatkan orang banyak dan terorganisasi dengan rapi dan profesional. 
  3. Komunikan bersifat anonim dan heterogen. Anonim berarti pengirim dan penerima tidak saling kenal. Heterogen merujuk pada kemajemukan khalayak yang datang dari berbagai latar belakang sosial, demografis, ekonomis, dan kepentingan yang beragam. Khalayak komunikasi massa tersebar luas dan tidak mengenal batas geografis dan kultural.
  4.  Media massa menimbulkan keserempakan. Pesan-pesan media masa diterima dan dikonsumsi oleh khalayak secara serempak dan sama.
  5.  Komunikasi massa lebih mengutamakan isi (apa yang dikatakan) daripada hubungan (cara mengatakan). Isi pesan meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, seperti bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lainnya.
  6.  Pola penyampaian pesan komunikasi massa bersifat cepat dan tidak terkendala waktu dalam menjangkau khalayak luas. Di samping itu, penyampaian pesan juga bersifat berkala, tidak bersifat temporer dan permanen.
  7. Stimulasi alat indera terbatas. Stimulasi alat indera tergantung pada jenis media. Indera penglihatan digunakan untuk menggunakan media cetak, seperti ketika membaca surat kabar, majalah, atau buku; indera pendengaran dimanfaatkan untuk mendengar radio; dan indera penglihatan dan pendengaran jika menikmati siaran televisi.
  8. Umpan balik dalam komunikasi massa bersifat tertunda (delayed) dan tidak langsung (indirect). Komunikator tidak dapat dengan segera tahu bagaimana reaksi khalayak terhadap pesan yang disampaikan.

 

Komentar