Rekap Model Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses yang dinamis dan melibatkan banyak unsur atau factor. Kaitan antara satu unsur atau factor lainnya dapat bersifat structural atau fungsional. Dengan demikian, model-model komunikasi juga memberikan gambaran kepada kita tentang struktur dan hubungan fungsional dan unsur-unsur atau factor-factor yang ada dalam system.
Menurut Littlejohn (1983: 12) “In a broad sense the tern model can apply to any symbolic respresentation of a thing, process, or idea” (dalam pengertian luas pengertian model menunjukkan setiap representasi simbolis dari suatu benda, proses atau gagasan atau ide). Pada level konseptual model mempresentasikan ide-ide dan proses. Dengan itu model bias berbentuk gambar-gambar grafis, verbal atau matematika.
Sedangkan menurut Littlejohn dan hawes (1983) teori merupakan penjelasan (explanation), sedangkan model hanya merupakan representasi (representation). Demikian, model komunikasi dapat diartikan sebagai representasi dari suatu peristiwa komunikasi. Model komunikasi bisa dilihat faktor yang terlibat dalam komunikasi. Tetapi model tidak berisikan penjelasan hubungan mengenai hubungan interaksi antara faktor-faktor atau unsur-unsur yang menjadi bagian dan model.
Menurut Deutsh (1966), model dalam konteks ilmu pengetahuan social, mempunyai empat fungsi :
1. fungsi mengorganisasikan. Artinya, model membantu kita mengorganisasikan sesuatu hal dengan cara mengurut.
2. model ini mampu menjelaskan, meskipun model pada dasarnya tidak berisikan penjelasan, namun model ini membantu kita dalam menjelaskan tentang sesuaatu hal melalui penyajian informasi yang sederhana.
3. fungsi “heuristic”. Artinya melalui model, kita akan dapat mengetahui sesuatu hal secara keseluruhan.
4. fungsi prediksi. Melalui model, kita dapat memperkirakan tentang hasil atau akibat yang akan dapat dicapai.
Model Komunikasi dibagi menjadi 2:
1. Model Lasswell
Harold D. Lasswell, adalah seorang ilmuwan politik yang juga tertarik mendalami
komunikasi. Bidang studi yang ditekuninya terutama yang menyangkut propaganda dan
komunikasi politik.
2. Model DeFleur
DeFleur ini cocok untuk menggambarkan proses komunikasi melalui media massa
(komunikasi massa).
Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau konsekuensi) serta berkaitan satu
sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
Komentar
Posting Komentar